Makin tua usia Anda, makin penting
peran olahraga.
Makin bertambah usia, umumnya
orang-orang makin membatasi gerak tubuh mereka dan makin sering mengalami
gangguan kesehatan. Mulai dari sakit punggung
hingga merasa cepat lelah.
Sebagian besar orang lanjut usia
(lansia) menghabiskan waktunya tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat
seperti duduk-duduk atau berbaring. Hal ini justru membuat mereka lebih
berisiko mengidap berbagai penyakit seperti obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan sakit jantung.
Sebaliknya, tetap aktif bergerak di usia senja membuat Anda lebih sehat,
produktif, dan bahagia.
Manfaat
Olahraga bagi Lansia
Tidak pernah terlambat untuk membuat
perubahan gaya hidup. Jika Anda belum menerapkan gaya hidup sehat di usia lebih
muda, Anda masih dapat membuat perbedaan besar dengan mengubah pola hidup Anda
di usia 60.
Banyak penelitian ilmiah yang
menemukan bahwa aktif bergerak membuat seorang bisa terhindar dari berbagai
penyakit ringan hingga parah. Antara lain:
- Penyakit sendi atau artritis
- Penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Aktif bergerak bisa memperlancar peredaran darah dan metabolisme tubuh, sehingga mencegah risiko-risiko yang menyebabkan penyakit tidak menular.
- Alzheimer dan demensia.
- Gangguan mental. Sekadar berjalan kaki santai tiap hari dapat mencegah penurunan fungsi mental yang umumnya mengiringi penuaan yang dapat merujuk kepada depresi.
Tetap
Aktif Bergerak
Bergerak aktif tidak selalu berarti
harus berolahraga. Aktivitas fisik ini dapat berupa bermain dengan cucu,
bertaman atau berjalan santai di sore hari. Langkah mendasar adalah memastikan
bahwa Anda tidak berada terlalu lama dalam posisi duduk atau berbaring seperti
menonton TV di sofa atau membaca buku.
Targetkan diri Anda untuk setidaknya
melakukan aktivitas fisik 15 menit tiap hari. Aktivitas yang dilakukan
sebaiknya adalah yang bermanfaat untuk memperkuat tulang dan otot. Beberapa
contoh aktivitas tersebut antara lain:
- Memotong rumput atau bertaman
- Jalan santai
- Berenang
- Bersepeda dengan santai
- Membersihkan rumah misalnya menyapu lantai
- Berbelanja
Lebih jauh lagi, berolahraga adalah
satu cara untuk memaksimalkan manfaat gerak aktif bagi tubuh. Targetkan untuk
melakukan olahraga berintensitas sedang, setidaknya 150 menit setiap minggu.
Salah satu cara mencapainya adalah berolah raga sebanyak 5 kali per minggu,
minimal 30 menit setiap harinya.
Contoh olahraga yang dapat dilakukan
lansia antara lain:
- Berjalan kaki. Pilihlah jalur naik turun yang akan meningkatkan intensitas dan usaha Anda. Aktivitas ini membakar kalori, memperkuat jantung dan memperlancar sistem pembuluh darah Anda.
- Bersepeda. Bersepeda adalah olahraga yang memperkuat bagian bawah tubuh dan meningkatkan kinerja jantung. Perhatikan setelan sadel dan pegangan sepeda untuk menghindari cedera panggul.
- Berdansa. Menggerakkan tubuh sambil diiringi musik bersama dengan pasangan atau teman dapat memberikan Anda hiburan sekaligus kebugaran.
- Berenang. Berenang adalah olahraga yang melibatkan aktivitas hampir seluruh otot tubuh. Latihan pernapasan selama berenang juga bermanfaat untuk memperkuat jantung.
- Pilates. Pilates dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan memperbaiki postur tubuh. Olah tubuh ini sebaiknya dilakukan di bawah panduan seorang instruktur.
- Yoga. Berolahraga yoga secara teratur dapat membantu Anda lebih dapat mengontrol emosi, meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan tubuh.
- Tai chi. Olah tubuh yang berasal dari Cina kuno ini tidak bertujuan untuk meningkatkan kebugaran. Gerakan-gerakannya yang lambat dan terkontrol membantu meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan tubuh.
Namun perlu diingat bahwa tidak
semua lansia dapat melakukan semua jenis olahraga. Beberapa olahraga tertentu
memperburuk risiko penyakit tertentu seperti sakit jantung atau rematik. Selalu
bicarakan olahraga yang akan Anda lakukan kepada dokter.
Sumber : http://www.alodokter.com/olah-tubuh-bagi-lansia