| Hari Lanjut Usia Tahun 2010 |
Sukseskan Program Justice For All
Menjadi tua adalah hal wajar dan alamiah. Namun bagaimana jika hari tua hidup terlantar dalam kesendirian? Pemerintah selayaknya memberikan perhatian dan kesejahteran bagi orang tua Lanjut Usia (lansia) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Menjadi tua adalah hal wajar dan alamiah. Namun bagaimana jika hari tua hidup terlantar dalam kesendirian? Pemerintah selayaknya memberikan perhatian dan kesejahteran bagi orang tua Lanjut Usia (lansia) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Pemprov Kaltim telah membangun dua panti untuk lanjut usia, yaitu Panti Panti Sosial Tresna Wredha Nirwana Puri Samarinda dan Panti Sosial Tresna Werdha Marga Rahayu di Bulungan.
Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda menampung 120 orang yang membawahi wilayah Selatan dan Tengah Kaltim, sedangkan Panti Sosial Tresna Werdha Marga Rahayu di Bulungan menampung 40 orang membawahi wilayah Utara. Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda merupakan panti percontohan tingkat nasional yang dimiliki Kaltim.
Kepala Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda, Aji Anwar, SE. MM, mengatakan keberadaan panti ini memberikan pelayanan dan penyantunan kesejahteraan sosial kepada Lansia agar dapat menikmati sisa hidup mereka dengan tentram lahir dan bathin.
"Klien atau penghuni panti saat ini berjumlah 110 orang dengan usia antara 60 hingga 103 tahun. Kondisi mereka 50 persen dalam keadaan sakit. Selain memiliki klinik sendiri, panti juga bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk masalah kesehatan," ujarnya.
Para Lansia penghuni panti, lanjut Aji Anwar, SE. MM, mendapat bimbingan sosial berupa motivasi, bimbingan keagamaan dan keterampilan. Selain itu untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, panti juga memberikan pelayanan makan sebanyak tiga kali sehari ditambah makanan kecil di sore hari.
Begitu juga dengan pakaian dan peralatan lain, semua kebutuhan para Lansia dari alas kaki hingga pakaian diberikan secara cuma-cuma. "Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda memberikan pelayanan seumur hidup, artinya sejak mereka ditempatkan di panti hingga akhir hayat akan dilayani," jelasnya.
Menempati areal seluas 20.850 meter persegi dan dukungan 50 petugas panti terus memberika pelayanan terbaik. Penghuni panti 110 orang ditempatkan di 15 unit asrama dengan satu orang pengasuh.
Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dirasakan belum memadai untuk melayani dan mengasuh para Lansia. "Pengasuh harusnya merupakan lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) yang mengerti benar terhadap pelayanan. Sedangkan pengasuh yang dimiliki panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda, hanya lulusan Sekolah Dasar hingga sekolah lanjutan, sehingga pemberian pelatihan, diklat singkat dan pengetahuan lainnya untuk para pengasuh ini terus ditingkatkan," ujarnya.
Perhatian pemerintah saat ini, menurut Aji Anwar sangat baik terhadap kaum Lansia dengan pemberian anggaran cukup besar jika dibanding dengan anggaran panti sejenis di Pulau Jawa, sehingga panti ini dijadikan percontohan tingkat nasional.
"Yang kita butuhkan saat ini adalah tempat pemakaman khusus bagi para Lansia yang meninggal dunia. Selama ini, para Lansia penghuni panti dimakamkan di pemakanan umum bercampur dengan masyarakat. Seandainya ada pemakaman khusus penghuni panti, sehingga dapat ditata dan memudahkan pendataan," ujarnya.
Terbitan Rabu,16 Juni 2010