.

.

Languages :

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 21 April 2016

#KartiniDay













#KartiniDay di pstw nirwana puri

Pada hari kamis tanggal 21 april 2016 , kepala Dinas Sosial Prov.Kaltim Dra.Hj.Siti Rusmalia Idrus, M.Si beserta para pegawai lingkungan pemprov kaltim mengadakan kunjungan baksos ke panti jompo dalam kegiatan hari kartini.

Minggu, 17 April 2016

Kegiatan Potong Rambut Klien Penghuni Panti

Kegiatan potong rambut klien panti jompo yang di lakukan di gazebo belakang oleh para siswi praktek uptd pskw harapan mulia.



Rabu, 23 Maret 2016

Pengajian Rutin Bagi Para Lansia Penghuni Panti


Pengajian Rutin Bagi Para Lansia , Yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis di mushola UPTD PSTW Nirwana Puri Samarinda....

Selasa, 01 Maret 2016

Olah Tubuh Bagi Lansia.



Makin tua usia Anda, makin penting peran olahraga.

Makin bertambah usia, umumnya orang-orang makin membatasi gerak tubuh mereka dan makin sering mengalami gangguan kesehatan. Mulai dari sakit punggung hingga merasa cepat lelah.
 
Sebagian besar orang lanjut usia (lansia) menghabiskan waktunya tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat seperti duduk-duduk atau berbaring. Hal ini justru membuat mereka lebih berisiko mengidap berbagai penyakit seperti obesitas, kolesterol tinggi,  tekanan darah tinggi, dan sakit jantung. Sebaliknya, tetap aktif bergerak di usia senja membuat Anda lebih sehat, produktif, dan bahagia.

Manfaat Olahraga bagi Lansia

Tidak pernah terlambat untuk membuat perubahan gaya hidup. Jika Anda belum menerapkan gaya hidup sehat di usia lebih muda, Anda masih dapat membuat perbedaan besar dengan mengubah pola hidup Anda di usia 60.

Banyak penelitian ilmiah yang menemukan bahwa aktif bergerak membuat seorang bisa terhindar dari berbagai penyakit ringan hingga parah. Antara lain:
  • Penyakit sendi atau artritis
  • Penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Aktif bergerak bisa memperlancar peredaran darah dan metabolisme tubuh, sehingga mencegah risiko-risiko yang menyebabkan penyakit tidak menular.
  • Alzheimer dan demensia.
  • Gangguan mental. Sekadar berjalan kaki santai tiap hari dapat mencegah penurunan fungsi mental yang umumnya mengiringi penuaan yang dapat merujuk kepada depresi.
Tetap Aktif Bergerak

Bergerak aktif tidak selalu berarti harus berolahraga. Aktivitas fisik ini dapat berupa bermain dengan cucu, bertaman atau berjalan santai di sore hari. Langkah mendasar adalah memastikan bahwa Anda tidak berada terlalu lama dalam posisi duduk atau berbaring seperti menonton TV di sofa atau membaca buku.
Targetkan diri Anda untuk setidaknya melakukan aktivitas fisik 15 menit tiap hari. Aktivitas yang dilakukan sebaiknya adalah yang bermanfaat untuk memperkuat tulang dan otot. Beberapa contoh aktivitas tersebut antara lain:
  • Memotong rumput atau bertaman
  • Jalan santai
  • Berenang
  • Bersepeda dengan santai
  • Membersihkan rumah misalnya menyapu lantai
  • Berbelanja
Lebih jauh lagi, berolahraga adalah satu cara untuk memaksimalkan manfaat gerak aktif bagi tubuh. Targetkan untuk melakukan olahraga berintensitas sedang, setidaknya 150 menit setiap minggu. Salah satu cara mencapainya adalah berolah raga sebanyak 5 kali per minggu, minimal 30 menit setiap harinya.
Contoh olahraga yang dapat dilakukan lansia antara lain:
  • Berjalan kaki.  Pilihlah jalur naik turun yang akan meningkatkan intensitas dan usaha Anda. Aktivitas ini membakar kalori, memperkuat jantung dan memperlancar sistem pembuluh darah Anda.
  • Bersepeda. Bersepeda adalah olahraga yang memperkuat bagian bawah tubuh dan meningkatkan kinerja jantung. Perhatikan setelan sadel dan pegangan sepeda untuk menghindari cedera panggul.
  • Berdansa. Menggerakkan tubuh sambil diiringi musik bersama dengan pasangan atau teman dapat memberikan Anda hiburan sekaligus kebugaran.
  • Berenang. Berenang adalah olahraga yang melibatkan aktivitas hampir seluruh otot  tubuh. Latihan pernapasan selama berenang juga bermanfaat untuk memperkuat jantung.
  • Pilates. Pilates dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan memperbaiki postur tubuh. Olah tubuh ini sebaiknya dilakukan di bawah panduan seorang instruktur.
  • Yoga. Berolahraga yoga secara teratur dapat membantu Anda lebih dapat mengontrol emosi, meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan tubuh.
  • Tai chi. Olah tubuh yang berasal dari Cina kuno ini tidak bertujuan untuk meningkatkan kebugaran. Gerakan-gerakannya yang lambat dan terkontrol membantu meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan tubuh.
Namun perlu diingat bahwa tidak semua lansia dapat melakukan semua jenis olahraga. Beberapa olahraga tertentu memperburuk risiko penyakit tertentu seperti sakit jantung atau rematik. Selalu bicarakan olahraga yang akan Anda  lakukan kepada dokter.

Sumber : http://www.alodokter.com/olah-tubuh-bagi-lansia

Senin, 22 Februari 2016

Perempuan Merawat Orangtua 12,3 Jam/Bulan, Pria 5,6 Jam/Bulan


Dalam beberapa dekade terakhir, perempuan tak hanya jago dalam urusan domestik rumah tangga. Kini, banyak nama perempuan mencuat dalam posisi penting baik sebagai politisi, pemimpin perusahaan, pengusaha dan banyak sektor lainnya. Kehebatan serta kesibukan perempuan tak mengubah bagaimana perhatian mereka saat merawat orangtua yang mulai lanjut usia.

Hal ini tak sekedar ucapan belaka, namun kesimpulan dari sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam American Sociological Association di San Francisco beberapa saat lalu.

Dalam analisis data University of Michigan Health and Retirement Study, perempuan bisa jauh lebih lama merawat orang tua. Rata-rata perempuan memberikan waktu untuk merawat orang tua 12,3 jam/bulan, sedangkan pria hanya 5,6 jam/bulan.

"Analisis di atas menunjukkan bahwa anak perempuan mencoba untuk memberikan sebanyak mungkin perawatan yang bisa mereka lakukan, sedangkan anak laki-laki akan merawat orangtua ketika tak ada orang lain dapat melakukannya," tegas penulis studi Angelina Grigoryeva, mahasiswa doktoral University of Princeton seperti dilansir Time.

Namun, hal ini bukan berarti pria egois. Bisa jadi, orangtua lebih memilih anak perempuannya untuk merawat mereka. Perempuan tak hanya sekedar merawat atau melayani, namun menggunakan hati setiap melakukan hal tersebut.

Tentu saja hal ini membuat sebagian orangtua merasa nyaman.

Rabu, 17 Februari 2016

Jumat, 03 Juli 2015

RAMADHAN 1436 H



KELUARGA BESAR
UPTD PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA NIRWANA PURI
MENGUCAPKAN
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN
DAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H

Kamis, 18 September 2014

JAMKESDA UNTUK LANSIA


Kepala UPTD Jamkesda Samarinda dr Syarifah Rahimah menyerahkan kartu peserta secara simbolis kepada kepala UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Aji Anwar disaksikan Kadis Sosial Kaltim Siti Rusmalia

 
SAMARINDA—Luar biasa, Pemkot Samarinda melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Samarinda juga memberikan jaminan kesehatan gratis bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) meliputi gelandangan pengemis (Gepeng) dan penghuni panti sosial di kota Samarinda. Begitu pun panti sosial yang dibawah Dinas Sosial Propinsi Kaltim, tetap dicover Jamkesda Samarinda.

“Awalnya mereka ditanggung Jamkesmas dan Jamkesprop. Namun, Jamkesmas sudah tidak ada lagi, sehingga surat dari pusat dan juga Dinas Kesehatan propinsi, agar mereka dijamin Jamkesda. Atas dasar itulah dan Pak Wali Kota (Syaharie Jaang) juga langsung menerima, melihat latar belakang Pak Jaang yang memang orang susah, sehingga kepeduliaan luar biasa. Karena doa orang yang kesusahan inilah yang menyelamatkan kota kita,” ucap kepala UPTD Jamkesda Samarinda dr Syarifah Rahimah seusai menyerahkan kartu peserta Jamkesda Samarinda secara simbolis saat Apel Pagi Dinsos Kaltim, Senin (7/4).

 
Jadi, lanjut Rahimah, khusus penghuni panti sosial jika ada sakit, bisa langsung dibawa ke RS A Wahab atau RS IA Moeis maupun RS Tentara. “Tidak perlu ke puskesmas untuk minta rujukan, cukup di poliklinik panti aja yang memberikan rujukan. Sedangkan bagi gepeng, cukup dibuatkan surat jaminan dan pernyataan dari UGD rumah sakit,” jelas Rahimah.

Kadis Sosial Kaltim Siti Rusmalia Idrus merasa bersyukur, PMKS yang awalnya dicover Jamkesmas dan Jamkesprop kini ditanggung Jamkesda Samarinda. “Beberapa hari yang lalu, ada salah satu penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri (Panti Jompo) yang sakit, kita tidak perlu mengeluarkan biaya karena ditanggung Jamkesda. Sekarang kita dipermudah, tidak perlu lagi rujuk sana sini, cukup dari poliklinik sudah berlaku,” ucap Rusmalia.

Rusmalia menyebutkan 5 UPTD Panti Sosial (PS) dibawah Dinsos Kaltim yang akan dicover Jamkesda, yaitu PS Tresna Werdha Nirwana Puri, PS Karya Wanita Harapan Mulia, PS Asuhan Anak Harapan Samarinda, PS Perlindungan Anak Dharma, dan PS Bina Remaja Samarinda.

Sumber :
http://disbudparkom.samarindakota.go.id/read/news/2014/163/rss